aku memang tak seindah peangi, tak semulus warna biru di langit, tak sebening hawa
aku bingung, hidup ditengah percintaan sesulit ini. mungkin aku terlalu terbawa ke masalah, tapi ah entahlah.
aku bukan perempuan yang bebas, aku hidup ditengah orang tua yang cukup membatasiku, namun aku tau itu adalah yang terbaik untukku.
namun aku tak mengerti dengan cinta, yang terus memaksaku untuk berkabar, yang terus memintaku untuk selalu menggenggam tangan sang cinta.
cinta yang ku cinta,mungkin bisa disebut seperti itu.
cinta yang begitu memaksa, begitu rumit,
cinta yang dapat membuatku meneteskan air mata tanpa aku sadari, cinta yang membuatku marah, menangis, hingga menyesal..
kadang aku ingin berontak, marah, berpekik hingga semua orang terkejut bahkan lari jika mendengarku,
namun tak mungkin aku mengikuti amarahku, mengikuti egoku yang keras dan membuat suatu penyesalan yang panjang
namun cinta, cinta yang menguatkanku..
Kalau bicara tentang sayang, tak seorangpun yang faham seberapa sayangku terhadap cinta. Aku tidak akan pernah mempermainkan sayangku, kecuali cinta mempermainkan rasa sayangku itu sendiri.
Aku tahu setiap pertemuan pasti ada akhirnya, aku tau jodoh takkan kemana, aku tau tuhan mendengar dan pasti akan mengabulkan setiap do'a hambanya, tapi aku takut terlalu cinta terhadap cinta, aku takut kecewa, dan aku tau pasti ada saanya dan entah dengan siapa..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar