Rindu,
siapa yg menerka bahwa rindu bisa membuatmu meneteskan air mata?
siapa yg menerka waktu bisa membuatmu menangis?
aku inginkan dia ada disaat ku rindu
meneteskan air mata dengan kesadaranku, detik ini menjadi saksi bahwa aku benar benar rindu.
ingin aku melangkah pulang tapi apa daya orang tua tak mengizinkan
ingin aku pergi berlari untuk pulang tanpa menghilaukan studi ku
bahkan sering aku berfikir nakal tidak menghiraukan jam jam kuliahku
banyak ide ide gila yang sudah ku rancang, untuk siapa?
untuk siapa kalau bukan untuk menghilangkan rindu ku
lalu siapa?
Kamu.
kalau ditanya dengan aku menangis mendengar suara mu lalu melihat wajahmu di leptop dapat menghapus air mata ku yang terlalu rindu?
bukan itu yang ku maksud
aku ingin berada di sampingmu, bersandar di sampingmu, bercerita keluh kesahku dan kamu, mendengar cerita dan melakukan hal hal konyol bersamamu tanpa menghiraukan waktu.
kadang aku lelah dihantui rasa rindu, aku ingin kamu meluangkan waktu mu disini dengan ku.
aku terlalu pengecut sampai tidak dapat menahan air mataku sendiri bahkan menangis di hadapanmu dan mencurahkan rindu ku sendiri aku malu.
Terbanglah rindu, sampaikan salamku padanya, aku rindu, benar benar rindu..
Harianku :)
Selasa, 17 Februari 2015
Senin, 22 Desember 2014
23 Desember 2014, pkl 00.40 wib.
Malam itu aku berbaring dan membaca pesanmu, yang mencurahkan segala beban mu mungkin kau sudah tak tertahan lagi dan entah harus menceritakan seluruh bebanmu itu dengan siapa.
Ku buka dan ku baca handphone ku, sebait demi sebait kata, perlahan dan pelan seperti aku masuk kedalam masalahmu.
"Baturaja, 21 Desember 2014, Masalah kondisi badan yang lemah, kebebasanmu yang terenggut, bayangan masa depan, keadaan yang ada, orang tua, dan pasangan hidup" itu sudah menjadi masalah bagimu.
Hening,
diam aku tanpa bergerak sedikitpun setelah kalimat terakhir yang kau tulis. Tanpa terasa air jatuh dari sudut mataku. Aku benar benar seperti ada di dalam bebanmu, "seberat itukah? kau pasti mampu sayang".
Sedih rasanya aku tak berada di saat kau butuh, butuh pendengar, butuh semangat, butuh nasehat, butuh kasih dan sayang dari ku. Aku tidak menyangka kau yang ku sayang berani berfikir seperti itu, aku seperti gagal membuatmu bahagia, aku seperti gagal membuatmu nyaman di sisiku, aku tak berguna..
Tidak ada komentarku yang banyak dari curahan pesanmu, krna aku sudah berjanji tidak ingin berkomentar.
Tapi sejujurnya aku ingin menangis, menangis bersamamu, membantu mengikis bebanmu bersama iya bersamaku..
Aku tak mungkin menulis semua kebahagiaanku bersamamu disini, karena bagiku bahagiaku sulit untuk dirangkai menjadi sebuah kata yang indah dan romantis. yang ku tahu dan yang ku rasakan adalah Aku Bahagia Bersamamu. Iya Bersamamu :)
Pertengkaran yang kecil sering membuat kita cekcok bahkan bisa membuatku menangis. Tapi entah mengapa tetap berada di kebahagiaan Aku Bahagia, Bahagia dengan Mu. Mungkin itu adalah satu satunya alasanku..
Rabu, 17 Desember 2014
.
Aku ingin kisah ini berjalan seperti arus air, walau terhempas bebatuan dan batang pepohonan yang menghalang namun ia terus berjalan kemana arah itu.
saat kau mengatakan ketidak adilan, dan kita sudah mengambil kesepakatan untuk membatasi waktu dan melihat keadaan sesama, rasanya aku ingn menangis berbisik keras "sanggupkah aku?". Kebiasaan menyesuaikan bukanlah mudah bagiku, aku ingin menangis setiap cekcok mulut itu kau tau? sekecil apapun masalah yg dibuat aku ingin menangis. Aku terlalu cengeng? mungkin. Aku terlalu sayang, aku terlalu takut kemarahanku dan kamu akan mengecewakan diantara kita.
Rasa yang aku alami ini bukan hal biasa, aku tak pernah mengalami sebahagia ini hingga aku takut akhirnya akan kecewa.
ketakutanku terlalu besar dan terlalu mempengaruhi ku, mungkin itu sebabnya..
saat kau mengatakan ketidak adilan, dan kita sudah mengambil kesepakatan untuk membatasi waktu dan melihat keadaan sesama, rasanya aku ingn menangis berbisik keras "sanggupkah aku?". Kebiasaan menyesuaikan bukanlah mudah bagiku, aku ingin menangis setiap cekcok mulut itu kau tau? sekecil apapun masalah yg dibuat aku ingin menangis. Aku terlalu cengeng? mungkin. Aku terlalu sayang, aku terlalu takut kemarahanku dan kamu akan mengecewakan diantara kita.
Rasa yang aku alami ini bukan hal biasa, aku tak pernah mengalami sebahagia ini hingga aku takut akhirnya akan kecewa.
ketakutanku terlalu besar dan terlalu mempengaruhi ku, mungkin itu sebabnya..
Selasa, 16 Desember 2014
Cinta yang Ku Cinta
aku memang tak seindah peangi, tak semulus warna biru di langit, tak sebening hawa
aku bingung, hidup ditengah percintaan sesulit ini. mungkin aku terlalu terbawa ke masalah, tapi ah entahlah.
aku bukan perempuan yang bebas, aku hidup ditengah orang tua yang cukup membatasiku, namun aku tau itu adalah yang terbaik untukku.
namun aku tak mengerti dengan cinta, yang terus memaksaku untuk berkabar, yang terus memintaku untuk selalu menggenggam tangan sang cinta.
cinta yang ku cinta,mungkin bisa disebut seperti itu.
cinta yang begitu memaksa, begitu rumit,
cinta yang dapat membuatku meneteskan air mata tanpa aku sadari, cinta yang membuatku marah, menangis, hingga menyesal..
kadang aku ingin berontak, marah, berpekik hingga semua orang terkejut bahkan lari jika mendengarku,
namun tak mungkin aku mengikuti amarahku, mengikuti egoku yang keras dan membuat suatu penyesalan yang panjang
namun cinta, cinta yang menguatkanku..
Kalau bicara tentang sayang, tak seorangpun yang faham seberapa sayangku terhadap cinta. Aku tidak akan pernah mempermainkan sayangku, kecuali cinta mempermainkan rasa sayangku itu sendiri.
Aku tahu setiap pertemuan pasti ada akhirnya, aku tau jodoh takkan kemana, aku tau tuhan mendengar dan pasti akan mengabulkan setiap do'a hambanya, tapi aku takut terlalu cinta terhadap cinta, aku takut kecewa, dan aku tau pasti ada saanya dan entah dengan siapa..
aku bingung, hidup ditengah percintaan sesulit ini. mungkin aku terlalu terbawa ke masalah, tapi ah entahlah.
aku bukan perempuan yang bebas, aku hidup ditengah orang tua yang cukup membatasiku, namun aku tau itu adalah yang terbaik untukku.
namun aku tak mengerti dengan cinta, yang terus memaksaku untuk berkabar, yang terus memintaku untuk selalu menggenggam tangan sang cinta.
cinta yang ku cinta,mungkin bisa disebut seperti itu.
cinta yang begitu memaksa, begitu rumit,
cinta yang dapat membuatku meneteskan air mata tanpa aku sadari, cinta yang membuatku marah, menangis, hingga menyesal..
kadang aku ingin berontak, marah, berpekik hingga semua orang terkejut bahkan lari jika mendengarku,
namun tak mungkin aku mengikuti amarahku, mengikuti egoku yang keras dan membuat suatu penyesalan yang panjang
namun cinta, cinta yang menguatkanku..
Kalau bicara tentang sayang, tak seorangpun yang faham seberapa sayangku terhadap cinta. Aku tidak akan pernah mempermainkan sayangku, kecuali cinta mempermainkan rasa sayangku itu sendiri.
Aku tahu setiap pertemuan pasti ada akhirnya, aku tau jodoh takkan kemana, aku tau tuhan mendengar dan pasti akan mengabulkan setiap do'a hambanya, tapi aku takut terlalu cinta terhadap cinta, aku takut kecewa, dan aku tau pasti ada saanya dan entah dengan siapa..
Rabu, 03 Desember 2014
Blog baru
ini blogger pertama gue, walaupun agak bingung tapi setidaknya gua bakalan ceritain isi perjalanan hidup gue. kayak mbak hanna yg di filem catatan hati seorang istri gitu hehehe :d
Langganan:
Postingan (Atom)
