Malam itu aku berbaring dan membaca pesanmu, yang mencurahkan segala beban mu mungkin kau sudah tak tertahan lagi dan entah harus menceritakan seluruh bebanmu itu dengan siapa.
Ku buka dan ku baca handphone ku, sebait demi sebait kata, perlahan dan pelan seperti aku masuk kedalam masalahmu.
"Baturaja, 21 Desember 2014, Masalah kondisi badan yang lemah, kebebasanmu yang terenggut, bayangan masa depan, keadaan yang ada, orang tua, dan pasangan hidup" itu sudah menjadi masalah bagimu.
Hening,
diam aku tanpa bergerak sedikitpun setelah kalimat terakhir yang kau tulis. Tanpa terasa air jatuh dari sudut mataku. Aku benar benar seperti ada di dalam bebanmu, "seberat itukah? kau pasti mampu sayang".
Sedih rasanya aku tak berada di saat kau butuh, butuh pendengar, butuh semangat, butuh nasehat, butuh kasih dan sayang dari ku. Aku tidak menyangka kau yang ku sayang berani berfikir seperti itu, aku seperti gagal membuatmu bahagia, aku seperti gagal membuatmu nyaman di sisiku, aku tak berguna..
Tidak ada komentarku yang banyak dari curahan pesanmu, krna aku sudah berjanji tidak ingin berkomentar.
Tapi sejujurnya aku ingin menangis, menangis bersamamu, membantu mengikis bebanmu bersama iya bersamaku..
Aku tak mungkin menulis semua kebahagiaanku bersamamu disini, karena bagiku bahagiaku sulit untuk dirangkai menjadi sebuah kata yang indah dan romantis. yang ku tahu dan yang ku rasakan adalah Aku Bahagia Bersamamu. Iya Bersamamu :)
Pertengkaran yang kecil sering membuat kita cekcok bahkan bisa membuatku menangis. Tapi entah mengapa tetap berada di kebahagiaan Aku Bahagia, Bahagia dengan Mu. Mungkin itu adalah satu satunya alasanku..