Rindu,
siapa yg menerka bahwa rindu bisa membuatmu meneteskan air mata?
siapa yg menerka waktu bisa membuatmu menangis?
aku inginkan dia ada disaat ku rindu
meneteskan air mata dengan kesadaranku, detik ini menjadi saksi bahwa aku benar benar rindu.
ingin aku melangkah pulang tapi apa daya orang tua tak mengizinkan
ingin aku pergi berlari untuk pulang tanpa menghilaukan studi ku
bahkan sering aku berfikir nakal tidak menghiraukan jam jam kuliahku
banyak ide ide gila yang sudah ku rancang, untuk siapa?
untuk siapa kalau bukan untuk menghilangkan rindu ku
lalu siapa?
Kamu.
kalau ditanya dengan aku menangis mendengar suara mu lalu melihat wajahmu di leptop dapat menghapus air mata ku yang terlalu rindu?
bukan itu yang ku maksud
aku ingin berada di sampingmu, bersandar di sampingmu, bercerita keluh kesahku dan kamu, mendengar cerita dan melakukan hal hal konyol bersamamu tanpa menghiraukan waktu.
kadang aku lelah dihantui rasa rindu, aku ingin kamu meluangkan waktu mu disini dengan ku.
aku terlalu pengecut sampai tidak dapat menahan air mataku sendiri bahkan menangis di hadapanmu dan mencurahkan rindu ku sendiri aku malu.
Terbanglah rindu, sampaikan salamku padanya, aku rindu, benar benar rindu..
